Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Mei
Jumat, (20/5) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya telah menggelar Sosialisasi Keputusan Dewan Pembina YPTA Surabaya tentang Pengangkatan Pengurus Penggantian Antar Waktu periode tahun 2019-2024. Sosialisasi bertempat di Gedung Perkantoran Utama Untag Surabaya lt.6 yang diikuti oleh pembina, pengawas dan pejabat struktural di lingkungan YPTA Surabaya: Untag Surabaya serta SMP dan SMA 17 Agustus 1945 Surabaya.
Direktur SDM dan Umum YPTA Surabaya - Eddy Wahyudi, SH., M.Si. tampil membacakan ‘Keputusan Dewan Pembina YPTA Surabaya Nomor 118/Y-A/Og/V/2022 tentang Pengangkatan Pengurus Penggantian Antar Waktu Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya Periode Tahun 2019-2024. Berdasarkan Keputusan tersebut, J. Subekti, S.H., M.M. ditetapkan sebagai Ketua, H.R. Djoko Soemadijo, S.H. sebagai Sekretaris dan Dr. Ontot Murwato S, M.M., Ak., CMA., CA., CPA sebagai Bendahara YPTA.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina YPTA Surabaya - Bambang DH berharap pada momen Hari Kebangkitan Nasional menjadi semangat bagi Pengurus YPTA Surabaya yang harus beradaptasi dengan kecenderungan global. “Isu lingkungan harus menjadi fondasi untuk YPTA Surabaya, apalagi kita merupakan Eco Campus. Di samping itu, mari kita memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemaslahatan kita,” katanya.
Bambang menegaskan pentingnya semboyan ‘One Team, One Commitment, One Goal’ dalam setiap pelayanan YPTA Surabaya. “Kita merupakan satu tim dengan satu komitmen dan satu tujuan. Semua capaian hanya bisa dicapai dengan gotong royong,” tegasnya. Bambang pun mengajak para sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas. “Teguhkan pembeda sebagai Kampus Merah Putih. Kepercayaan masyarakat yang telah kita raih harus diimbangi dengan kualitas pra sarana dan fasilitas yang semakin meningkat,”.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus YPTA Surabaya - J. Subekti, SH., MM. mengaku siap untuk mengoptimalkan dalam berkolaborasi untuk mengelola satuan pendidikan di bawah YPTA Surabaya, yakni SMP, SMA, dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. “Kita akan melakukan optimalisasi, bukan maksimalisasi karena jika sumber dikeruk maksimal maka akan habis. Misalnya menyediakan sarana prasarana untuk proses belajar mengajar dilakukan secara efektif dan efisien,” jelasnya.