Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Perkembangan teknologi digital yang pesat menghadirkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga membawa tantangan baru, salah satunya adalah maraknya praktik judi online. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, termasuk civitas akademika Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.
Judi online, yang sering kali dikemas dalam bentuk permainan atau aplikasi menarik, memiliki daya tarik yang tinggi, terutama di kalangan generasi muda. Kemudahan akses, iming-iming keuntungan besar, dan penggunaan platform digital yang canggih menjadikan judi online semakin sulit untuk dihindari. Namun, aktivitas ini menyimpan berbagai dampak negatif, baik secara finansial, psikologis, maupun sosial.
Dekan Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya, mengingatkan bahwa keterlibatan dalam judi online dapat memicu masalah kesehatan mental, seperti kecanduan, stres, depresi, hingga gangguan hubungan interpersonal. "Judi online memberikan harapan semu akan keberuntungan, namun kenyataannya sering kali berujung pada kerugian besar, baik secara materi maupun mental," ujarnya.
Selain itu, Rektor UNTAG Surabaya, dalam sebuah diskusi kampus menegaskan bahwa judi online bertentangan dengan nilai-nilai moral dan etika yang dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan. Beliau mengajak seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk bijak dalam menggunakan teknologi dan menghindari aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam rangka mencegah dampak negatif judi online, UNTAG Surabaya juga berkomitmen untuk terus mengedukasi civitas akademika melalui seminar, diskusi, dan kampanye digital. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya judi online dan pentingnya menjaga integritas pribadi di era digital.
Melalui langkah-langkah ini, UNTAG Surabaya berharap seluruh civitas akademika dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat, dengan menolak segala bentuk judi online dan mempromosikan gaya hidup yang sehat dan produktif.