18

Nov

Mesin Dapat Kehilangan Tenaga Akibat Bahan Bakar Oplosan

KBRN, Surabaya: Keluhan pengendara soal motor yang mendadak brebet setelah mengisi Pertalite kembali menjadi perbincangan publik. Pertamina memang telah memastikan hasil uji laboratorium bahan bakar di SPBU terkait masih sesuai spesifikasi.

Namun, fakta bahwa kejadian serupa terus berulang di berbagai daerah menunjukkan adanya persoalan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Di balik gejala “motor brebet”, ada indikasi masalah yang menyentuh aspek teknis, kualitas bahan bakar, hingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan energi di Indonesia.

Kerugian Ekonomi dan Teknis bagi Pengguna

Fenomena ini merugikan masyarakat dari dua sisi. Dari sisi ekonomi, pengguna membayar bahan bakar dengan harga normal, tetapi mutu yang diterima tidak sebanding. Dari sisi teknis, bahan bakar yang tidak murni dapat merusak komponen mesin dan menurunkan performa kendaraan.

Bila bahan bakar sudah dioplos, performa mesin biasanya langsung menurun. Tarikannya terasa berat, pembakaran tidak sempurna, dan mesin cepat panas. Tanda-tanda lainnya antara lain mesin brebet, susah hidup, atau tenaganya tidak keluar seperti normal. Pada motor injeksi, gejala bisa berupa mesin tersendat-sendat saat digas karena sistem bahan bakar mulai kotor.
Selengkapnya

Tags informasi